Sunday, 15 January 2012

Terngiang Kalimah-Mu


By
Teuku Muttaqin Mansur

Yaa.. Allaah
Dimanakah aku kini
Apakah yang tengah ku cari di sini
Di Negeri ini

Hidupku berpindah-pindah
Seperti hidupnya orang di jaman kala
Tak tetap di satu desa lantas pindah menikmati kota

Tak senang pada glamornya banda
Kini ku pindah ke luar Negara

Aku hendak merubah hidupku

Tetapi hidup tak juga berubah
dan tampaknya semakin parah

Yaa Allaah
Aku tahu bahwa perjalanan  hidupku tak terlalu lama lagi
Tetapi aku masih tetap seperti ini

Orang mengira aku adalah seluas semesta alam raya-Mu
Padahal  aku  hanyalah  kodok
Koodook yang masih terperangkap dalam tempurung sempit

Yaa Allaah
Walau aku telah mengarungi lautan  luas
Dan telah pula menembus angkasa raya-Mu
Namun aku masih tetap sama, seperti hari-hari yang lalu

Yaa Allah ku…
Kini aku sadar
Di kala musibah datang menguji kehidupan
Bahwa hari esok masih serasa panjang yang perlu terus ku persiapkan
Dan tidak perlu berpangku tangan dan bersedu sedan
Sampai kelak aku menemui ajal
Dengan lantunan kalimah-Mu yang terngiang
Lailahaillah Muhammadur Rasulullah
Tiada Tuhan Yang Mesti Disembah Kecuali Allah dan 
Nabi Muhammad Adalah  Benar-benar Utusan Allah


Kuala Lumpur, 15 Januari 2012
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar:

Mengenang 15 Tahun Tsunami; Wajah Ayah Selalu Membayang

Oleh:   Teuku Muttaqin Mansur (Anak salah seorang korban tsunami 26 Desember 2004) Ayah saya, Teuku Haji Mansur bin Muda Gade, l...