Saturday, 7 January 2012

Makam Syekh Syamsuddin al Sumatrani di Kota Melaka

by
Teuku Muttaqin Mansur

MAKAM Syekh Syamsuddin al Sumatrani berada di Kampung Ketek,  kota Melaka, Malaysia. Penduduk disekitaran makam sering menyebut kampung Ketek dengan dengan ejaan kampung "kekek". Menemukannya memang agak susah, sebab letak makamnya tidak berada dalam pemakaman umum seperti makam-makam pada umumnya, akan tetapi makam Syeh terletak di antara rumah penduduk. Apabila kesulitan menemukan tempatnya, anda lebih dahulu mencari tahu Mesjid Kampung Kleng, Kota Melaka. Biasanya masyarakat di sana lebih mengenal Mesjid ini. Nah, tidak jauh dari Mesjid itu kita akan menemukan Lorong kecil yang berhadapan persis dengan klenteng Cina. Lorong  tersebutlah merupakan jalan menuju Makam sang Ulama Aceh ini.

Kemudian apabila telah sampai di makam, maka sebelum memasuki pintu makam, terdapat sebuah monumen (dalam foto atas) yang menerangkan keberadaan Syekh tersebut di Melaka. Keberadaan beliau dalam rangka memerangi Portugis yang tengah menduduki Melaka ketika itu dan pada masa itu Aceh di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda Perkasa Alam (1607 - 1636).

Monumen di tulis dalam 3 bahasa yaitu bahasa Melayu Malaysia dan Bahasa Inggris pada bahagian depan sementara di bahagian belakang di tulis dengan tulisan Cina sesuai dengan ragam etnis di Malaysia.

* Informasi terkait makam Syeh Syamsuddin al Sumatrani pernah di tulis oleh Hamdani, Mahasiswa PhD Universti Kebangsaan Malaysia dan telah dipublikasikan oleh harian Serambi Indonesia, edisi 13 Desember 2011 yang dapat dilayari secara lengkap melalui  link : http://aceh.tribunnews.com/2011/12/13/menziarahi-makam-syeikh-shamsuddin-as-sumatrani.
Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar:

Mengenang 15 Tahun Tsunami; Wajah Ayah Selalu Membayang

Oleh:   Teuku Muttaqin Mansur (Anak salah seorang korban tsunami 26 Desember 2004) Ayah saya, Teuku Haji Mansur bin Muda Gade, l...