Teuku Muttaqin Mansur
Kemudian apabila telah sampai di makam, maka sebelum memasuki pintu makam, terdapat sebuah monumen (dalam foto atas) yang menerangkan keberadaan Syekh tersebut di Melaka. Keberadaan beliau dalam rangka memerangi Portugis yang tengah menduduki Melaka ketika itu dan pada masa itu Aceh di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda Perkasa Alam (1607 - 1636).
Monumen di tulis dalam 3 bahasa yaitu bahasa Melayu Malaysia dan Bahasa Inggris pada bahagian depan sementara di bahagian belakang di tulis dengan tulisan Cina sesuai dengan ragam etnis di Malaysia.
* Informasi terkait makam Syeh Syamsuddin al Sumatrani pernah di tulis oleh Hamdani, Mahasiswa PhD Universti Kebangsaan Malaysia dan telah dipublikasikan oleh harian Serambi Indonesia, edisi 13 Desember 2011 yang dapat dilayari secara lengkap melalui link : http://aceh.tribunnews.com/2011/12/13/menziarahi-makam-syeikh-shamsuddin-as-sumatrani.








0 komentar:
Post a Comment