Friday, 20 April 2012

Jatuh Kuasa



Karya :  Teuku Muttaqin Mansur


Jatuh kuasa sakit mengulit
Mengelupas menculas rasa
Pitam datang menenggelamkan cita
Karna kuasa dikiranya segala-gala
Padahal tahulah anda itu hanyalah fatamorgana

Jatuh kuasa

Kanan-kiri tak ada lagi saudara mara
Pengawal dulunya seram-seram
Sekarang hanya ditemani nenek peyot di gubuk reot
Sakit-sakitan mendulang seketika

Sesak terasa men-jepit raga
Berhimpitan terasa dalam kesesakan
Terasa sakit bagai ulu hati di makan ulat
Tak tertahan ibarat nyawa mau merenggang dari badan
Tak terbayang bagai  kelam di malam hujan deras mengguras

Sebab  sekarang baru sadar telah terjebak dalam kepungan
Telah terjerembab dalam kubangan
Telah terdepak dalam kekuasaan

Sebelumnya telah bermimpi akan hidup terus dalam istana raja
Bersama harta, tahta dan wanita dendayang perawan yang manja.

Kualasimpang, 19 Januari 2012 dan Telah di Ubah Suai di Kuala Lumpur pada tanggal 20 April 2012


Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar:

Mengenang 15 Tahun Tsunami; Wajah Ayah Selalu Membayang

Oleh:   Teuku Muttaqin Mansur (Anak salah seorang korban tsunami 26 Desember 2004) Ayah saya, Teuku Haji Mansur bin Muda Gade, l...