Thursday, 11 April 2013

Jum’at Tak Lagi Sakral

by
        Teuku Muttaqin Mansur




Juma’at,
Hari mu  hari mubarak
Salah satu hari besar didalam Islam
Tetapi Jum'at kali ini tak lagi se-sakral seperti Jum’at-jum’at terdahulu

Jum’at kali ini berbeda,
Tidak disini, tidak disana, dimana-mana sama saja
Para remaja, pemuda masih berada di kedai depan
Cengkerama, tawa besar mereka hingga memekakkan Jamaah dan
Khatib masjid di mimbar

Tema khutbah padahal,
Tentang keutamaan masuk masjid di awal
Bahkan katanya, ganjaran pahala besar bagi jamaah yang mendengar itu seruan

Tetapi mereka seperti dungu termangu
Pekak terekak
Tongkrong di teras kedai yang sudah tertutup
Seperti badut

Jum’at kali ini
Ada lagi jamaah saf belakang bbm-an, tweeteran, fb-an dan sms-an sesuka
Khutbah khatib dianggap seperti tiada
Mereka asik, senyam senyum seperti si gila

Juma’t kali ini,
Suara  iqamah alunan merdu dari sang bilal pun tidak lagi dikira

Juma’t tak lagi se sakral dahulu
Di mana orang-orang datang di awal waktu

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami
Pecinta dunia
Karena tutur kata kami yang tak ada guna
Pada Jum’at ini yang seharusnya tetap kami sakralkan seperti Jum'at-jum'at yang lalu.



Kuala Lumpur, 11 April 2013



Share this post
  • Share to Facebook
  • Share to Twitter
  • Share to Google+
  • Share to Stumble Upon
  • Share to Evernote
  • Share to Blogger
  • Share to Email
  • Share to Yahoo Messenger
  • More...

0 komentar:

Mengenang 15 Tahun Tsunami; Wajah Ayah Selalu Membayang

Oleh:   Teuku Muttaqin Mansur (Anak salah seorang korban tsunami 26 Desember 2004) Ayah saya, Teuku Haji Mansur bin Muda Gade, l...