Teuku Muttaqin Mansur
Juma’at,
Hari
mu hari mubarak
Salah
satu hari besar didalam Islam
Tetapi
Jum'at kali ini tak lagi se-sakral seperti Jum’at-jum’at terdahulu
Jum’at
kali ini berbeda,
Tidak disini, tidak disana, dimana-mana sama saja
Tidak disini, tidak disana, dimana-mana sama saja
Para
remaja, pemuda masih berada di kedai depan
Cengkerama,
tawa besar mereka hingga memekakkan Jamaah dan
Khatib
masjid di mimbar
Tema
khutbah padahal,
Tentang
keutamaan masuk masjid di awal
Bahkan
katanya, ganjaran pahala besar bagi jamaah yang mendengar itu seruan
Tetapi
mereka seperti dungu termangu
Pekak
terekak
Tongkrong
di teras kedai yang sudah tertutup
Seperti
badut
Jum’at
kali ini
Ada
lagi jamaah saf belakang bbm-an, tweeteran, fb-an dan sms-an sesuka
Khutbah
khatib dianggap seperti tiada
Mereka
asik, senyam senyum seperti si gila
Juma’t
kali ini,
Suara iqamah alunan merdu dari sang bilal pun tidak
lagi dikira
Juma’t
tak lagi se sakral dahulu
Di
mana orang-orang datang di awal waktu
Ya
Allah, ampunilah dosa-dosa kami
Pecinta
dunia
Karena
tutur kata kami yang tak ada guna
Pada
Jum’at ini yang seharusnya tetap kami sakralkan seperti Jum'at-jum'at yang lalu.
Kuala Lumpur, 11 April 2013








0 komentar:
Post a Comment